PortalMiliter.com | Sukabumi,-Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kembali menjadi ajang refleksi bagi berbagai elemen bangsa, termasuk Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) DPD Kabupaten Sukabumi yang menegaskan komitmennya dalam mendorong terwujudnya pendidikan bermutu melalui peran pers yang independen dan edukatif.2 Mei 2026
Mengusung semangat “Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu untuk Semua”, IWO Indonesia menilai bahwa kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan pengawasan publik yang kuat, termasuk dari media.
Pers sebagai Pilar Kontrol Pendidikan
Ketua DPD kabupaten Sukabumi IWO Indonesia Heriyadi, menyatakan bahwa peran jurnalisme tidak berhenti pada pelaporan seremonial Hardiknas, tetapi harus mampu mengungkap persoalan mendasar di sektor pendidikan.
“Pers harus berani membongkar ketimpangan, mulai dari distribusi anggaran pendidikan, kualitas guru, hingga fasilitas sekolah yang belum merata. Pendidikan bermutu tidak bisa dibangun di atas data yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Menurutnya, masih banyak daerah yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan layak, terutama di wilayah terpencil. Hal ini menjadi ironi di tengah berbagai program pemerintah yang terus digaungkan setiap tahun.
Sorotan: Ketimpangan dan Transparansi
Investigasi internal IWO Indonesia di beberapa daerah menemukan adanya ketimpangan infrastruktur pendidikan, mulai dari ruang kelas rusak hingga kekurangan tenaga pendidik. Selain itu, transparansi penggunaan anggaran pendidikan juga masih menjadi sorotan “Tanpa transparansi, anggaran pendidikan berpotensi tidak tepat sasaran. Di sinilah peran media menjadi krusial sebagai watchdog,”
Tantangan Era Digital
Di era 2026, tantangan pendidikan semakin kompleks dengan hadirnya teknologi digital dan kecerdasan buatan. IWO Indonesia mendorong agar transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan siswa dan tenaga pendidik.
Program literasi digital, menurut IWO, harus diimbangi dengan pemerataan akses internet dan pelatihan guru agar tidak terjadi kesenjangan baru.
Komitmen IWO Indonesia
Sebagai organisasi pers, IWO Indonesia menegaskan komitmennya untuk:
Mengawal kebijakan pendidikan secara kritis dan independen
Menyajikan informasi edukatif dan mencerdaskan masyarakat
Mendorong transparansi anggaran pendidikan
Mengangkat suara masyarakat yang terdampak ketimpangan pendidikan
Refleksi Hardiknas
Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan Indonesia masih menghadapi berbagai pekerjaan rumah. Seremonial tahunan tidak akan cukup tanpa langkah konkret dan pengawasan berkelanjutan.
IWO Indonesia menegaskan, pendidikan bermutu hanya bisa terwujud jika seluruh elemen bangsa, termasuk media, berani bersikap kritis dan berpihak pada kepentingan publik.
( Onyen /Hayat )


