PortalMiliter | Sukabumi,-"Kami mengapresiasi langkah cepat Pemkab Sukabumi dan Baznas Kabupaten Sukabumi dalam menyalurkan bantuan kepada saudara Tepi Suhenda dari Desa Warnasari. Itu bukti bahwa instrumen zakat bisa bekerja taktis saat ada kedaruratan,"ungkap HERIYADI Ketua DPD Iwo Kab Sukabumi, Minggu 07 Juni 2026.
Namun kami juga harus bersuara jujur sebagai mitra penyalur di lapangan.
" Sejak awal, Ketua Baznas Kab. Sukabumi, H. Unang Sudarma, menyampaikan komitmen akan membantu santunan anak yatim *sebulan sekali*. Realisasinya: *Rp1.000.000 per bulan*, dibagi 4 minggu, untuk *30 anak per minggu*. Artinya, anak yatim menerima sekitar *Rp8.500 per anak per minggu*." ujar HERIYADI.
"Pertanyaan kami sederhana:
1. Baznas menghimpun dana Zakat, Infak, Sedekah, dan dana umat dalam jumlah besar. Berapa persen yang benar-benar sampai ke mustahik rutin seperti anak yatim?
2. Mengapa undangan IWO Indonesia untuk kegiatan santunan yatim tidak direspons, bahkan sekadar balasan? Seakan program rutin untuk anak yatim dianggap tidak penting.
3. Mengapa respons paling cepat dan paling publik justru muncul saat ada kasus yang viral dan ada momentum bersama Bupati?
Kami tidak menuduh. Kami hanya minta transparansi dan keadilan. Anak yatim juga darurat, tapi darurat yang senyap. Mereka tidak viral di medsos, tapi lapar dan butuh biaya sekolah setiap hari," paparnya.
"IWO Indonesia DPD Kab. Sukabumi akan terus menjalankan _Jumat Berkah_ semampu kami. Tapi kami berharap Baznas hadir bukan hanya saat kamera menyala, tapi juga saat 120 anak yatim menunggu Rp8.500 mereka tiap minggu."ungkapnya penuh sindiran.
Sukabumi, 7 Juni 2026
HERIYADI
Ketua IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi


