• Jelajahi

    Copyright © PORTALMILITER.COM | BERITA INDONESIA TERKINI, BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kangkangi Hukum! Ci Mei Menari Bebas di Kebun Raya Ratatotok, Papan Larangan Dilecehkan

    PORTALMILITER.COM
    Jumat, 06 Februari 2026, 18:16 WIB Last Updated 2026-02-06T11:16:03Z

     

    PortalMiliter.com | Ratatotok,-Hukum seolah lumpuh di Kebun Raya Ratatotok. Seorang oknum PETI bernama Ci Mei diduga secara terang-terangan mengangkangi aturan dan menantang aparat penegak hukum, dengan tetap menjalankan aktivitas tambang ilegal meski larangan resmi telah dipasang.Ratatotok 06/02/2026


    Hasil investigasi menemukan tiga unit alat berat jenis excavator diduga milik Ci Mei beroperasi aktif di kawasan Kebun Raya Ratatotok, wilayah yang jelas-jelas terlarang untuk pertambangan. Aktivitas ini berlangsung tanpa rasa takut, seolah hukum hanya formalitas belaka.


    Ironisnya, papan instruksi larangan yang dipasang oleh Polres Minahasa Tenggara—yang seharusnya menjadi simbol ketegasan negara—tidak lebih dari pajangan mati. Larangan tersebut dilecehkan, diabaikan, dan diinjak-injak oleh Ci Mei yang tetap “menari bebas” dengan alat beratnya.


    Fakta ini menimbulkan kecurigaan serius di tengah masyarakat.

    .Mengapa aktivitas PETI masih berjalan?

    . Siapa yang melindungi Ci Mei?

    . Di mana ketegasan Polres dan Polda Sulut?


    Jika papan larangan saja tak dihiraukan, maka publik berhak bertanya: apakah hukum sudah kehilangan taring di hadapan PETI?


    Pembiaran semacam ini bukan hanya mencederai hukum, tetapi juga:


    Merusak lingkungan Kebun Raya Ratatotok


    Menginjak rasa keadilan masyarakat


    Menghancurkan wibawa institusi kepolisian



    Masyarakat kini mendesak keras Polres Minahasa Tenggara dan Polda Sulawesi Utara untuk tidak lagi bermain simbol, tetapi segera:


    Menghentikan paksa seluruh aktivitas PETI


    Menyita seluruh alat berat di lokasi


    Menetapkan dan memproses hukum Ci Mei tanpa pandang bulu



    Jika aparat tetap diam, maka publik patut menduga ada pembiaran sistematis yang disengaja.


    Negara tidak boleh kalah oleh PETI.

    Jika Ci Mei terus bebas, maka yang sedang “ditambang” bukan hanya emas—tetapi harga diri hukum dan kepercayaan publik


    ( Morthen )

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru