• Jelajahi

    Copyright © PORTALMILITER.COM | BERITA INDONESIA TERKINI, BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Di Bantu Pas Susah Di Lupain Pas Sudah Berhasil : Fenomena Lupa Diri Di Tengah Masyarakat

    PORTALMILITER.COM
    Rabu, 15 Juli 2026, 03:07 WIB Last Updated 2026-07-14T20:07:13Z

     

    PortalMiliter.com | Opini.-  Ada satu fenomena sosial yang kerap terjadi di tengah masyarakat namun jarang dibicarakan: melupakan orang yang pernah membantu saat berada di titik terendah, setelah diri sendiri berhasil dan berada di atas.

     

    Kalimat sederhana "Dibantu pas susah, dilupain pas sudah berhasil" mungkin terdengar menyakitkan. Namun faktanya, banyak orang yang mengalaminya. Tidak sedikit yang pernah mengulurkan tangan, waktu, tenaga, bahkan materi untuk menolong orang lain. Tapi giliran orang itu bangkit dan sukses, jasa-jasa itu seolah hilang ditelan waktu.

     

    Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi sikap "lupa diri" ini. Pertama, lupa karena silau dengan nikmat. Ketika hidup sudah mapan, seseorang cenderung fokus pada kesibukan baru dan melupakan proses panjang yang pernah dilalui.

     

    Kedua, lupa karena gengsi. Ada rasa malu untuk mengakui bahwa dirinya pernah dibantu. Lebih memilih tampil seolah-olah sukses karena usaha sendiri.

     

    Ketiga, lupa karena memang niatnya hanya memanfaatkan. Hubungan dibangun atas dasar kepentingan. Ketika kepentingan selesai, hubungan pun selesai.

     

    Padahal, dalam nilai budaya dan agama, menghargai jasa orang lain adalah bentuk dasar dari rasa syukur dan adab. Orang bijak selalu ingat 3 hal: dari mana ia berasal, siapa yang menolong saat ia jatuh, dan ke mana ia hendak melangkah.

     

    "Tangan yang menolongmu saat kamu tidak punya apa-apa, adalah tangan yang paling tulus. Jangan pernah melupakannya saat kamu sudah punya segalanya," begitu pesan yang sering digaungkan para tetua.

     

    Fenomena ini menjadi pengingat bagi kita semua. Kesuksesan memang milik pribadi, tapi prosesnya tidak pernah berjalan sendiri. Selalu ada orang-orang di belakang yang ikut mendorong, mendoakan, dan membantu.

     

    Mari biasakan untuk tidak melupakan. Karena orang yang pandai bersyukur, hidupnya akan terus ditambah. Sebaliknya, melupakan kebaikan orang lain sama saja menutup pintu rezeki dan keberkahan.

     

    "Menolonglah tanpa pamrih. Tapi jangan pernah jadi orang yang melupakan kebaikan"

    ( Team )

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    TNI AU

    +