PortalMiliter.Com | OPINI , – Penyesalan hanya tinggal
penyesalan. Namun penyesalan itu hanya bisa menertawakan kita saat waktu
kematian tiba.
Di saat kita masih hidup, kita SOMBONG, ANGKUH, dan merasa
PALING BERKUASA. Sehingga kita lupa pada mereka yang butuh perhatian kita. Kita
termakan Kegoisan yang tanpa kita sadari.
Telinga yang sudah Allah berikan untuk mendengar, malah
sengaja kita tutup saat orang-orang mengajak untuk berbuat baik. Mata kita
butakan saat melihat seruan anak-anak yatim butuh perhatian kita, dan kita
pura-pura tidak tahu.
Padahal di luar sana masih banyak anak-anak yang hanya butuh
sepotong roti, selembar kasih, dan sebutir perhatian. Tapi kita memilih menoleh
ke arah lain.
Dan saat kematian itu tiba, jabatan, harta, tahta yang kita
miliki dan kita kejar selama ini... semua ditinggalkan.
Tidak ada yang ikut ke liang lahat kecuali kain kafan dan
amal. Tersisa hanya setitik kebaikan, yang entah akan mampu menolong kita dari
siksa kubur nanti atau tidak.
Penyesalan akan menatap tajam sambil menertawakan kita
setelah liang lahat terbuka untuk tempat tinggal abadi.
"KEMATIAN PASTI TIBA. ESOK ATAU LUSA. SIAP
MENJEMPUTMU."
Mumpung masih ada waktu, mumpung nafas masih ada, mari kita
perbaiki.
Mari kita buka telinga untuk seruan kebaikan. Mari kita buka
mata dan hati untuk anak-anak yatim dan dhuafa yang butuh pelukan kita.
Karena saat ajal datang, tidak ada lagi waktu untuk
mengulang.
Sukabumi, 14 Agustus 2026
HERIYADI


