• Jelajahi

    Copyright © PORTALMILITER.COM | BERITA INDONESIA TERKINI, BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    IWO Indonesia DPD Kab Sukabumi, Kecam Keras Disdik Sukabumi: Pengawasan Proyek Revitalisasi Sekolah Lemah, Nyawa Pekerja Dipertaruhkan!

    PORTALMILITER.COM
    Kamis, 10 September 2026, 20:06 WIB Last Updated 2026-09-10T13:06:30Z

     

     PortalMiliter.com | Sukabumi,-IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi melontarkan kecaman keras terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terkait lemahnya pengawasan terhadap Program Revitalisasi Satuan Pendidikan APBN 2026 yang saat ini berjalan di ratusan sekolah.
    Kecaman ini disampaikan langsung oleh Heriyadi, Ketua IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi saat melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi proyek revitalisasi sekolah.

    Heriyadi menemukan banyak kejanggalan di lapangan. Mulai dari tidak adanya Alat Pelindung Diri (APD) standar, tidak adanya rambu K3, hingga tidak diterapkannya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
    "Tolak alasan basi 'ini proyek swakelola'! Uang yang dipakai ini uang APBN, uang rakyat. Kalau pengawasannya lemah seperti ini, sama saja Disdik Sukabumi mempertaruhkan nyawa pekerja dan anak-anak kita. Ini tidak bisa ditolerir," tegas Heriyadi dengan nada geram.
    Menurutnya, anggaran revitalisasi yang nilainya mencapai ratusan juta hingga 1 miliar lebih per sekolah harus dikawal ketat. Jangan sampai niat baik pemerintah untuk mencetak generasi berprestasi justru tercoreng karena kecelakaan kerja.

    IWO Indonesia DPD Kab. Sukabumi mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh.
    "Kami desak Disdik Sukabumi tindak tegas pelaksana nakal di lapangan. Cabut izin P2SP yang tidak patuh aturan. Jangan tunggu sampai ada korban baru bergerak. Fungsi kontrol kami akan terus berjalan. Kami tidak akan diam jika ada indikasi maladministrasi," desak Heriyadi.
    Ia juga mengingatkan bahwa proyek ini adalah amanah besar menuju Indonesia Emas. Jika dari awal sudah abai terhadap keselamatan, maka kualitas bangunan pun patut dipertanyakan.
    "Kami hadir bukan untuk mencari-cari kesalahan. Kami hadir agar uang negara benar-benar kembali ke rakyat dalam bentuk bangunan yang aman, berkualitas, dan bermanfaat," pungkas Heriyadi.
    Redaktur: Tim PortalMiPortalMiliter.com | Sukabumi,-IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi melontarkan kecaman keras terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terkait lemahnya pengawasan terhadap Program Revitalisasi Satuan Pendidikan APBN 2026 yang saat ini berjalan di ratusan sekolah.
    Kecaman ini disampaikan langsung oleh Heriyadi, Ketua IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi saat melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi proyek revitalisasi sekolah.

    Heriyadi menemukan banyak kejanggalan di lapangan. Mulai dari tidak adanya Alat Pelindung Diri (APD) standar, tidak adanya rambu K3, hingga tidak diterapkannya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
    "Tolak alasan basi 'ini proyek swakelola'! Uang yang dipakai ini uang APBN, uang rakyat. Kalau pengawasannya lemah seperti ini, sama saja Disdik Sukabumi mempertaruhkan nyawa pekerja dan anak-anak kita. Ini tidak bisa ditolerir," tegas Heriyadi dengan nada geram.
    Menurutnya, anggaran revitalisasi yang nilainya mencapai ratusan juta hingga 1 miliar lebih per sekolah harus dikawal ketat. Jangan sampai niat baik pemerintah untuk mencetak generasi berprestasi justru tercoreng karena kecelakaan kerja.

    IWO Indonesia DPD Kab. Sukabumi mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh.
    "Kami desak Disdik Sukabumi tindak tegas pelaksana nakal di lapangan. Cabut izin P2SP yang tidak patuh aturan. Jangan tunggu sampai ada korban baru bergerak. Fungsi kontrol kami akan terus berjalan. Kami tidak akan diam jika ada indikasi maladministrasi," desak Heriyadi.
    Ia juga mengingatkan bahwa proyek ini adalah amanah besar menuju Indonesia Emas. Jika dari awal sudah abai terhadap keselamatan, maka kualitas bangunan pun patut dipertanyakan.
    "Kami hadir bukan untuk mencari-cari kesalahan. Kami hadir agar uang negara benar-benar kembali ke rakyat dalam bentuk bangunan yang aman, berkualitas, dan bermanfaat," pungkas Heriyadi.
    Redaktur: Tim PortalMiliter.com
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru