• Jelajahi

    Copyright © PORTALMILITER.COM | BERITA INDONESIA TERKINI, BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kopaska, Taifib, dan Denjaka Tiga Pasukan Elite Matra Laut Indonesia

    PORTALMILITER.COM
    Senin, 19 Oktober 2026, 20:41 WIB Last Updated 2026-10-19T13:41:12Z

     

    PortalMiliter | Militer Indonesia ,-TNI Angkatan Laut memiliki tiga satuan elite yang sering disebut bersamaan: Kopaska, Taifib, dan Denjaka. Ketiganya sama-sama ahli bertempur di laut, tetapi tugas utamanya berbeda. Kopaska adalah pasukan katak penghancur bawah air, Taifib adalah mata-mata Korps Marinir yang membuka jalan pendaratan, dan Denjaka adalah pasukan antiteror laut yang anggotanya dipilih dari dua satuan tersebut. Artikel ini menjelaskan asal-usul, tugas, dan ciri khas masing-masing satuan, lalu membandingkannya dalam satu tabel.

    Kopaska: Pasukan Katak Penghancur Bawah Air Komando Pasukan Katak (Kopaska) adalah pasukan katak TNI AL yang ahli menyusup lewat bawah air untuk menyerang kapal dan pelabuhan musuh. Satuan ini resmi didirikan Presiden Soekarno pada 31 Maret 1962, menjelang Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat.

    Cikal bakalnya sudah ada sejak 1954, ketika Kapten (Laut) R. Iskak menggagas satuan manusia katak di Angkatan Laut. Beberapa perintisnya dilatih bersama Underwater Demolition Team (UDT) Angkatan Laut Amerika Serikat, cikal bakal Navy SEAL.

    Tugas utama Kopaska meliputi:

    • Sabotase dan penyerangan rahasia terhadap kapal serta pangkalan musuh

    • Peledakan (demolisi) dan penghancuran instalasi bawah air

    • Pengintaian dan pembersihan rintangan di pantai sebelum operasi amfibi besar

    • Antiteror di laut, serta pengamanan VIP seperti Presiden dan Wakil Presiden di masa damai

    Semboyan Kopaska adalah Tan Hana Wighna Tan Sirna, artinya tidak ada rintangan yang tidak dapat diatasi. Kini Kopaska terbagi dalam tiga satuan: Armada I di Pondok Dayung (Jakarta), Armada II di Surabaya, dan Armada III di Sorong.

    Taifib: Mata-Mata Korps Marinir Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) adalah satuan elite Korps Marinir yang bertugas mengintai dan menyiapkan pantai sebelum pasukan utama mendarat. Satuan ini dibentuk pada 13 Maret 1961 dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi), lalu sejak November 1971 berganti nama menjadi Batalyon Intai Amfibi.

    Sesuai namanya, prajurit Taifib bisa masuk ke daerah musuh lewat laut (amfibi) maupun udara (terjun payung). Pertama kali mereka diterjunkan dalam operasi di Irian Barat pada April 1962.

    Tugas utama Taifib meliputi:

    • Pengintaian amfibi: memeriksa kondisi pantai, kedalaman air, dan kekuatan musuh sebelum pendaratan

    • Menyiapkan dan menandai pantai pendaratan untuk pasukan Marinir yang menyusul

    • Pengintaian khusus dan pengumpulan informasi di garis belakang musuh

    • Serangan cepat (raid) dan operasi antisabotase

    Karena kemampuannya bergerak diam-diam, prajurit Taifib dijuluki Hantu Laut.

    Semboyannya Maya Netra Yamadipati, yang menggambarkan prajurit yang bergerak cepat, senyap, dan mematikan.

    Calon anggota adalah prajurit Marinir yang sudah berdinas minimal dua tahun.

    Denjaka: Gabungan Terbaik untuk Melawan Teror di Laut Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) adalah pasukan antiteror TNI AL yang anggotanya dipilih dari prajurit terbaik Kopaska dan Taifib.

    Satuan ini lahir pada 4 November 1982, ketika KSAL membentuk Pasukan Khusus AL (Pasusla) lewat Surat Keputusan No. Skep/2848/XI/1982. Pada tahap pertama, 70 personel direkrut dari Yontaifib dan Kopaska, dan nama Denjaka resmi dipakai berdasarkan keputusan KSAL tahun 1997. Untuk masuk Denjaka, seorang prajurit harus sudah berkualifikasi Taifib atau Kopaska, lalu lulus pendidikan Penanggulangan Teror Aspek Laut (PTAL) di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta.

    Dengan begitu, Denjaka memadukan kemampuan bawah air ala Kopaska dengan kemampuan intai dan tempur darat ala Taifib.

    Tugas utama Denjaka meliputi:

    • Menanggulangi terorisme dan sabotase di laut dan daerah pantai

    • Membebaskan sandera di kapal, anjungan minyak lepas pantai, atau pelabuhan

    • Operasi klandestin (rahasia) yang menuntut kecepatan dan kerahasiaan tinggi

    Denjaka bisa mendekati sasaran dari permukaan laut, dari bawah air, maupun dari udara karena anggotanya juga terlatih terjun payung.

    Satuan ini berada di bawah Korps Marinir dengan semboyan Satya Wira Dharma, artinya senantiasa siaga bertindak terhadap segala ancaman bahaya.

    Perbandingan dan Penutup

    Satuan Induk Berdiri Tugas utama Kopaska Komando Armada TNI AL 31 Maret 1962 Sabotase kapal dan pelabuhan, demolisi bawah air Semboyan Tan Hana Wighna Tan Sirna

    Taifib Korps Marinir 13 Maret 1961 (sebagai KIPAM) Pengintaian amfibi, menyiapkan pantai pendaratan

    Denjaka Korps Marinir 4 November 1982 (sebagai Pasusla) Antiteror dan antisabotase di laut Maya Netra Yamadipati  Satya Wira Dharma

     

    Singkatnya, Kopaska menghancurkan dari bawah air, Taifib membuka jalan bagi pendaratan Marinir, dan Denjaka menyatukan keahlian keduanya untuk menghadapi teroris yang datang dari laut. Ketiganya saling melengkapi dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia.

     

    Sumber

    • CNN Indonesia — Mengenal Pasukan Katak TNI AL

    • Wikipedia — KOPASKA • Wikipedia — Taifib

    • Wikipedia — Denjaka

    • Ensiklopedia Stekom — Detasemen Jalamangkara

    • Popbela — Pasukan Elite TNI

     

    Oleh: Laksda TNI   (Purn) Dr. Soleman B.Ponto, S.T., S.H.,  M.H.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru