PortalMiliter.com | Sukabumi.- IWO Indonesia DPD Kabupaten
Sukabumi kembali menyuarakan keresahan rakyat terkait sikap sebagian pejabat
publik yang dinilai arogan dan jauh dari masyarakat.
Ketua IWO Indonesia DPD Kab. Sukabumi, HERIYADI menegaskan
bahwa setiap rupiah pajak adalah hasil perjuangan panjang rakyat kecil.
"Rakyat bekerja keras membanting tulang mencari uang
untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dan semua kebutuhan itu pasti ada pajaknya.
Mulai dari kuli bangunan, petani, penarik becak, ojek, buruh harian lepas yang
kadang ada kadang tidak ada kerjaan, sampai pemulung di jalanan," ujar
HERIYADI, Minggu (13/7/2026).
HERIYADI menambahkan, rakyat rela menguras tenaga,
mengucurkan keringat, bahkan menjatuhkan air mata demi mencari rezeki.
"Semua itu untuk belanja kebutuhan yang sudah kena
pajak. Pajak itu digunakan untuk membayar para pejabat negara, ASN, untuk
belanja kebutuhan negara, kebutuhan masyarakat, pembangunan dan
lain-lain," jelasnya.
Namun ironisnya, lanjut HERIYADI, banyak pejabat yang justru
lupa diri.
"Sangat menyakiti hati bila pejabat publik yang hidup
dari uang rakyat tidak mau balas sapaan atau WA. Bahkan ada yang diduga
menyalah gunakan uang APBN atau APBD," tegasnya.
Karena itu, IWO Indonesia DPD Kab. Sukabumi mengutuk keras
pejabat yang sombong, angkuh, dan sengaja mengabaikan komunikasi dengan
alasan-alasan basi.
"Menjawab rakyat itu bukan beban. Itu kewajiban.
Jabatan itu titipan. Gaji itu dari pajak rakyat," kata HERIYADI.
Di akhir pernyataannya, HERIYADI menyampaikan doa dari
rakyat kecil.
"Para rakyat yang mengucurkan keringat, menguras
tenaga, dan menjatuhkan air mata untuk mencari rezeki ini berdoa. Semoga
pejabat yang sombong dan angkuh segera mendapatkan karmanya," ucap
HERIYADI dengan nada prihatin.
IWO Indonesia DPD Kab. Sukabumi mendesak seluruh OPD di
Pemkab Sukabumi untuk kembali ke khitah melayani. Buka pintu, jawab WA, dan
transparan dalam penggunaan anggaran.
"Kalau tidak sanggup melayani rakyat, mundur saja.
Jangan sakiti hati orang yang sudah bayar gaji Anda lewat pajak,"
pungkasnya.


