• Jelajahi

    Copyright © PORTALMILITER.COM | BERITA INDONESIA TERKINI, BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi Desak Digitalisasi Muatan Lokal: "Jangan Sampai Bahasa Sunda Punah di Gadget Gen-Z"SUKABUMI

    PORTALMILITER.COM
    Minggu, 16 Agustus 2026, 18:20 WIB Last Updated 2026-08-16T11:20:13Z

     

    PortalMiliter.com | sukabumi,- Arus modernisasi dan dominasi teknologi digital kian mengikis penggunaan bahasa dan budaya Sunda di kalangan generasi muda Kabupaten Sukabumi.

     

    Merespons fenomena krusial ini, Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi mendesak Dinas Pendidikan setempat untuk segera mereformasi metode pengajaran Muatan Lokal (Mulok) melalui pelatihan digitalisasi guru secara masif dan terstruktur.

     

    Ketua IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi, Heriyadi, menegaskan kurikulum Mulok saat ini tidak akan efektif jika metode pembelajarannya masih konvensional dan hanya mengandalkan buku teks atau LKS yang monoton.

     

    "Pelajaran bahasa daerah harus bertransformasi mengikuti tren teknologi komunikasi yang digandrungi anak muda masa kini," ujar Heriyadi saat konferensi pers di Sukabumi, Minggu 16 Agustus 2026.

     

    "Infrastruktur pendidikan kita sudah semakin bagus, akun digital Belajar.id sudah dibagikan. Tapi kalau gurunya di kelas masih pakai metode ceramah satu arah, ya boncos anggaran kita. Budaya Sunda tidak boleh hanya jadi pajangan buku usang. Dia harus masuk ke algoritma gadget anak-anak muda kita," tegasnya.

     

    Untuk menjawab tantangan tersebut, IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi mendorong penerapan draf modul pelatihan praktis bernama "Digitalisasi Nyurkem" _(Nyunda Bareng Komputer & Media Sosial)_.

     

    Modul ini mengemas materi kebudayaan Sunda ke dalam 3 platform digital sederhana yang mudah dipelajari guru dari semua generasi:

     

    1.  Gamifikasi Kelas 

        Menggunakan platform kuis interaktif  Wordwall untuk menghidupkan tradisi `tatarucingan` atau tebak-tebakan kata Sunda.

    2.  Micro-Vlogging 

        Memanfaatkan aplikasi CapCut untuk penugasan video pendek 60 detik seperti `ngadongeng` dan `biantara`.

    3.  Desain Grafis Kontemporer 

        Melalui aplikasi Canva agar aksara Sunda dapat dipraktikkan langsung dalam bentuk poster digital, stiker, dan infografis kekinian.

     

    Menyadari tantangan geografis Sukabumi yang luas dengan 47 kecamatan, serta adanya blank spot dan ketimpangan kompetensi guru di wilayah pelosok seperti Sukabumi Selatan dan Jampang, IWO Indonesia dpd Kab sukabumi menyarankan pelatihan tidak dilakukan secara terpusat.

     

    "Disdik cukup mengeluarkan regulasi, instruksi, dan SK resmi. Biarkan pengurus KKG di tingkat SD dan MGMP Bahasa Sunda di tingkat SMP yang mengeksekusi pelatihan ini secara mandiri di sub-rayon," jelas Heriyadi.

     

    "Kami dari media online siap mengawal, mempublikasikan, dan menjadi mitra strategis. Agar gerakan penyelamatan budaya Sunda ini menjadi kesadaran kolektif masyarakat Sukabumi," pungkasnya.

     

    Langkah kolaboratif ini diharapkan melahirkan guru-guru Mulok yang mandiri secara digital. Tujuannya satu: mencetak generasi muda Sukabumi yang Cageur, Bageur, Pinter, sekaligus tetap bangga membumikan identitas kesundaan di panggung digital global.

    ( HERIYADI )

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    TNI AU

    +