• Jelajahi

    Copyright © PORTALMILITER.COM | BERITA INDONESIA TERKINI, BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Cageur, Bageur, Pinter: Menjadikan Etika Sunda sebagai Filter Cyberbullying di Era Digital

    PORTALMILITER.COM
    Minggu, 16 Agustus 2026, 17:25 WIB Last Updated 2026-08-16T10:25:47Z

     

    PortalMiliter.Com | Sukabumi,- Di tengah derasnya arus media sosial, krisis karakter dan maraknya cyberbullying menjadi ancaman nyata bagi kesehatan mental remaja Indonesia. Menjawab tantangan itu, filosofi luhur Sunda "Cageur, Bageur, Pinter" kini digaungkan kembali bukan hanya sebagai warisan budaya, melainkan sebagai kompas moral di dunia digital.

     

    Pimpinan Redaksi PortalMiliter.com menyoroti bahwa generasi saat ini tumbuh dengan gawai di tangan, namun minim pegangan etika. Komentar kebencian, perundungan digital, dan ujaran kasar sudah menjadi hal biasa. Padahal dampaknya bisa berujung pada depresi, kecemasan, hingga kasus bunuh diri di kalangan pelajar. 

    "Di era digital, kita tidak kekurangan informasi. Yang kita kekurangan adalah karakter. Nilai-nilai Sunda bisa jadi filter-nya," demikian ditegaskan dalam analisis redaksi PortalMiliter.com.

     

    Ironisnya, nilai-nilai seperti Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh yang selama ini diajarkan di sekolah, masih dianggap sekadar "slogan di dinding" tanpa implementasi nyata. 

    Siswa hafal artinya: saling mengasihi, saling mencerdaskan, saling mengasuh. Tapi di kolom komentar TikTok dan grup WA sekolah, yang muncul justru saling menjatuhkan dan membully.

     

    PortalMiliter.com mengajak dunia pendidikan untuk tidak berhenti di hafalan. Filosofi Sunda harus "dihidupkan" dalam praktik sehari-hari, termasuk di ruang digital:

     

    1.  Silih Asih - Saling Mengasihi

        Diterapkan saat berkomentar di media sosial. Sebelum mengetik, tanya: "Apakah komentar ini melukai?" Kampanye KomentarAsih bisa dimulai dari OSIS dan guru BK.

    2.  Silih Asah - Saling Mencerdaskan 

        Diwujudkan lewat belajar kelompok digital. Bukan saling mencontek, tapi saling share materi, saling koreksi tugas, dan membuat konten edukasi bersama. Dari "saling bully" menjadi "saling membangun".

    3.  Silih Asuh - Saling Mengasuh 

        Guru, orang tua, dan senior sekolah berperan sebagai "pengasuh digital". Mengawasi, mengarahkan, dan menjadi contoh etika bermedsos yang baik.

    "Cageur" sehat secara fisik dan mental, "Bageur" baik budi pekerti, "Pinter" cerdas secara intelektual. Ketiga pilar ini adalah paket lengkap untuk menangkal toksisitas dunia maya. 

    Jika nilai Sunda yang sudah berabad-abad ini mampu diadaptasi ke dalam etika digital, maka kita tidak hanya melahirkan generasi yang pinter, tapi juga generasi yang bageur dan cageur.

     

    "Jangan biarkan teknologi lebih maju dari adab kita. Mari jadikan etika Sunda sebagai antivirus cyberbullying"

    ( Penulis  : HERIYADI )

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    TNI AU

    +