• Jelajahi

    Copyright © PORTALMILITER.COM | BERITA INDONESIA TERKINI, BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Diduga Abaikan SMKK , 3 Proyek Revitalisasi SDN Di Kecamatan Cikembar Sukabumi Senilai RP 2.4 M APBN 2026 Tidak Lengkapi Saran K3

    PORTALMILITER.COM
    Senin, 07 September 2026, 23:31 WIB Last Updated 2026-09-07T16:31:09Z

    PortalMiliter.com | Sukabumi,- Program Revitalisasi Satuan Pendidikan APBN 2026 di 3 Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi diduga tidak menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sesuai Permen PUPR No. 10 Tahun 2021  dan UU No. 1 Tahun 1970.

     

    Ketiga sekolah penerima bantuan tersebut adalah:

    1.  SDN 2 Cikembar - Rp. 668.920.000

    2.  SDN Pangantolan - Rp. 1.184.509.000 

    3.  SDN Pasirgabig - Rp. 578.012.559

    Total: Rp. 2.431.441.559

     

    Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komponen wajib K3 belum terlihat dipenuhi oleh P2SP di 3 lokasi tersebut.

    Berikut yang tidak di temukan di 3 sdn kecamatan Cikembar  

     

    1. RAMBU PERINGATAN (K3)

    Pengadaan rambu visual di lokasi kerja belum tersedia, seperti:

    - Tulisan "Awas Bahaya Jatuh"

    - "Selain Pekerja Dilarang Masuk"

    - "Area Wajib Menggunakan APD"

    Rambu ini wajib dipasang untuk memberi peringatan kepada pekerja dan warga sekolah.

     

    2. ALAT PELINDUNG KERJA LINGKUNGAN SEKOLAH

    Barikade & Jaring Pengaman (Polynet)

    Pemasangan jaring nilon penahan debu/puing atau tali pembatas di sekeliling area gedung yang direhab belum ada.

    Komponen ini sangat penting di jenjang Sekolah Dasar untuk mengisolasi zona bahaya agar anak-anak siswa SD tidak melintas atau bermain di dekat perancah tangga kerja.

     

    3. FASILITAS SARANA KESEHATAN PROYEK

    - Peralatan P3K: Pengadaan kotak obat darurat di lapangan yang berisi antiseptik, perban, plester luka, obat pembersih, dan tandu darurat belum ditemukan.

    - Penyediaan Sarana Sanitasi: Penyediaan air bersih sementara dan fasilitas cuci tangan/sanitasi yang higienis untuk para pekerja bangunan juga belum tersedia.

     

    4. PEMBERSIHAN LAHAN BERKALA

    Alokasi upah/alat seperti sekop, terpal, gerobak artco untuk memindahkan puing, debu dan material sisa pembangunan belum terlihat. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko debu dan kecelakaan bagi siswa.

     

    ---

     

    "Proyek di lingkungan pendidikan dasar harus mengutamakan keselamatan. Anak SD belum paham bahaya konstruksi. Jika barikade, rambu dan P3K tidak ada, maka ini pelanggaran serius terhadap SMKK," ujar sumber dari pengamat pendidikan.

     

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak P2SP dari 3 sekolah belum memberikan klarifikasi.

    Tim PortalMiliter.com mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan Kab. Sukabumi, dan Dinas Tenaga Kerja untuk segera melakukan sidak dan evaluasi terhadap pelaksanaan SMKK di 3 proyek tersebut.

     

    Keselamatan pekerja & siswa harus utama!

    Redaktur: Tim PortalMiliter.com

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru