• Jelajahi

    Copyright © PORTALMILITER.COM | BERITA INDONESIA TERKINI, BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Nasehat untuk Pejabat: Anak-Anak Yatim Butuh Uluran Tangan Anda

    PORTALMILITER.COM
    Kamis, 22 Oktober 2026, 18:33 WIB Last Updated 2026-10-22T11:35:32Z

     

    PortalMiliter.Com | Sukabumi,-Harta yang berlimpah, jabatan yang tinggi, dan kekuasaan yang luas sering kali melalaikan manusia dari hakikat kehidupan yang sesungguhnya. Dalam pandangan Islam, segala kemewahan duniawi tersebut bukanlah tanda kemuliaan, melainkan sebuah amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban secara terperinci di hari kematian. Di tengah hiruk-pikuk kekuasaan, ada satu golongan yang sangat membutuhkan uluran tangan dan kebijakan berpihak dari para pemangku kebijakan, yaitu anak-anak yatim.

    Jabatan dan kedudukan yang diamanahkan kepada seorang pemimpin sejatinya adalah alat untuk menegakkan keadilan dan menebar kemaslahatan sosial. Ketika seorang pejabat menutup mata dari nasib anak-anak yang kehilangan nafkah dan kasih sayang ayahnya, maka harta dan jabatan tersebut justru berpotensi menjadi bumerang yang memberatkan timbangan keburukan di akhirat. Peringatan keras ini menjadi alarm bagi para pejabat agar segera menengok realitas sosial di sekeliling mereka: anak-anak yatim butuh kepedulian Anda.

    Rasulullah SAW telah memberikan teladan dan janji yang luar biasa bagi mereka yang mau memelihara dan menyayangi anak yatim. Beliau bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini,” kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya (HR. Bukhari). Ini adalah sebuah peluang emas bagi para pejabat. Menggunakan wewenang untuk menjamin hak, pendidikan, dan kesejahteraan anak yatim adalah jalan pintas menuju surga dan meraih kedekatan bersama Rasulullah SAW.

    Sebaliknya, Islam memberikan peringatan yang sangat mengerikan bagi siapa saja yang menyalahgunakan wewenang atau mengeksploitasi hak-hak mereka. Memakan harta anak yatim secara zalim dikategorikan sebagai salah satu dari tujuh dosa besar yang membinasakan. Harta yang dinikmati di atas air mata anak yatim digambarkan oleh Allah SWT bagai menelan api neraka ke dalam perut mereka sendiri.

    Hari kematian adalah garis batas yang pasti, di mana seluruh fasilitas dunia, ajudan, dan pengaruh politik akan runtuh seketika. Pada hari perhitungan (Yaumul Hisab), tidak ada lagi negosiasi. Setiap rupiah dari harta yang didapat, ke mana anggaran dialokasikan, dan sejauh mana kebijakan berpihak pada kaum duafa serta anak yatim akan dituntut pembuktiannya. Hanya tiga perkara yang akan menemani manusia di alam kubur: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.

    Melalui momentum ini, para pejabat dan pemegang kekuasaan diserukan untuk mengetuk pintu hati mereka. Anak-anak yatim tidak sekadar butuh santunan seremonial musiman; mereka membutuhkan kebijakan struktural yang menjamin masa depan mereka. Jadikan jabatan saat ini sebagai ladang investasi akhirat terbesar sebelum maut menjemput dan penyesalan tidak lagi berguna. ( redaksi )

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    TNI AU

    +