PortalMiliter.com | Sukabumi,-Pemerintah Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, terus bergerak maju dalam mengoptimalkan potensi wilayahnya. Berada di jalur strategis perbatasan Sukabumi-Cianjur, desa ini kini tengah memfokuskan pengembangannya pada penguatan ekonomi berbasis masyarakat, sektor pariwisata minat khusus, serta ketahanan pangan yang menyentuh langsung tingkat rumah tangga.
Program terbaru yang kini digalakkan di lima kedusunan adalah pemanfaatan pekarangan rumah melalui program ketahanan pangan penanaman bawang daun. Menariknya, warga memanfaatkan kreativitas daur ulang dengan menggunakan botol plastik bekas sebagai pot vertikal dan polybag untuk menyiasati keterbatasan lahan. Untuk mendukung program ini secara berkelanjutan, Pemdes Sukalarang juga mengedukasi warga dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan limbah sampah dapur sebagai bahan baku utama.
Kepala Desa Sukalarang, Ece Suryadi, menegaskan bahwa pemanfaatan potensi alam dan program pangan kreatif ini harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) warga setempat. Seluruh pengelolaan unit usaha produktif tersebut diintegrasikan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mukti Raharja.
"Kami ingin warga Desa Sukalarang tidak hanya menjadi penonton di tengah kemajuan daerah. Melalui BUMDes Mukti Raharja, kami mengelola agrowisata jeruk dan berbagai unit usaha lokal. Kami juga bergerak di tingkat domestik dengan mendorong warga di lima kedusunan untuk menanam bawang daun di pekarangan sendiri memanfaatkan botol-botol bekas sebagai pot, dan dipupuk menggunakan POC dari sampah dapur. Selain itu, kami rutin menggelar pelatihan keterampilan seperti tata busana dan pembinaan pemuda agar mereka memiliki daya saing tinggi," ujar Ece Suryadi dalam keterangan resminya, Minggu (1/11).
Selain ketahanan pangan, dua potensi besar yang sedang naik daun di Desa Sukalarang adalah destinasi wisata olahraga ekstrem paralayang di kawasan perbukitan Kampung Kramat, serta pengembangan kawasan agrowisata petik jeruk. Kombinasi antara keindahan alam, olahraga minat khusus, dan pertanian hortikultura ini diproyeksikan menjadi motor baru penggerak perekonomian desa.
Untuk mendukung seluruh ekosistem ekonomi tersebut, Pemdes Sukalarang di bawah kepemimpinan Ece Suryadi gencar melakukan pembenahan infrastruktur secara merata. Akses jalan antarkampung, seperti di wilayah Kampung Sukalarang hingga ruas Jami-Cikadu, terus ditingkatkan mutu fisiknya guna memperlancar mobilitas warga dan wisatawan. Pemdes juga aktif bersinergi menata sistem drainase jalan utama untuk mengantisipasi luapan air di musim penghujan.
"Infrastruktur yang mantap adalah kunci kelancaran ekonomi. Jika akses jalannya bagus, para petani hortikultura dan warga yang memanen bawang daun dari pekarangannya akan lebih mudah melakukan aktivitas ekonomi. Wisatawan paralayang pun nyaman berkunjung, sehingga roda ekonomi hilir mudik warga perbatasan akan semakin produktif," pungkas Ece Suryadi.
Dengan komitmen kuat pada transparansi tata kelola anggaran dan pembangunan yang tepat sasaran, Pemdes Sukalarang optimis dapat mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat. ( red )

