Desa Sampora memiliki luas
wilayah mencapai 866,74 hektare, di mana sebagian besar areanya merupakan
kawasan hijau produktif. Kondisi geografis ini menjadikan mayoritas warga
Sampora menggantungkan hidup pada sektor agraris. Berdasarkan data profil desa terbaru,
sekitar 70 persen penduduk setempat berprofesi sebagai petani dan buruh tani,
dengan komoditas unggulan berupa padi, tanaman pangan musiman, hingga
pengelolaan perkebunan karet.
Kepala Desa Sampora, Ahmad
Gozali, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah desa, para petani, dan
instansi terkait menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan hasil bumi.
"Kami di pemerintahan desa
aktif memperkuat kemitraan dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta
belasan Kelompok Tani Hutan (KTH). Tujuannya jelas, memanfaatkan lahan hutan
kemasyarakatan agar bernilai ekonomis bagi warga tanpa mengabaikan aspek
kelestarian lingkungan," ujar Ahmad Gozali saat ditemui di kantornya. 01
November 2026
Selain sektor pertanian, Desa
Sampora memiliki daya tarik wisata yang telah dikenal luas oleh wisatawan
domestik hingga mancanegara, yakni wisata olahraga arus deras atau rafting
(arung jeram) di Sungai Citarik. Bersama dengan kawasan sekitarnya, aliran
sungai di Desa Sampora menawarkan jeram-jeram menantang yang menjadi penggerak
roda ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.
Ahmad Gozali juga menegaskan
bahwa fokus pembangunan infrastruktur saat ini diarahkan penuh untuk mendukung
mobilitas ekonomi di kedua sektor tersebut.
"Peningkatan mutu jalan desa
dan sarana pelayanan publik terus kami genjot. Akses jalan yang mantap akan
mempermudah para petani mengangkut hasil panen sekaligus memberikan kenyamanan
bagi para wisatawan yang datang untuk menikmati wisata arung jeram di desa
kami," tambahnya.
Melalui perpaduan hasil bumi yang
melimpah, tata kelola hutan kemasyarakatan yang baik, serta daya tarik wisata
dunia, Desa Sampora optimis dapat terus berkembang menjadi desa mandiri yang
mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warganya di masa depan. ( Red )

