PortalMiliter.com | Sukabumi,-Pancasila bukan hanya hafalan, tapi harus jadi napas dalam setiap tindakan kita. Salah satu isi penting dari Pancasila adalah kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar.
Sila pertama mengajarkan kita menghargai Sang Pencipta, dan ciptaan-Nya yang paling nyata adalah alam. Sila kedua dan kelima menuntut keadilan, termasuk keadilan bagi generasi mendatang untuk tetap bisa menikmati air bersih, tanah yang subur, dan udara yang sehat.
Di Sukabumi hari ini kita dihadapkan pada kenyataan pahit. Alih fungsi kebun teh menjadi tanaman pisang di Cikidang–Palabuhan Ratu, dan alih fungsi kebun karet menjadi sawit di Cikembar,belum lagi Cikidang - Kalapa nunggal kebun teh kini jadi kebun sawit tanpa ada pungsi penunjang kemajuan ekonomi buat masyarakat jelas bertentangan dengan semangat Pancasila. Akar teh dan karet yang kuat menjaga tanah dari longsor dan menjaga ketersediaan air, kini digantikan tanaman yang akarnya lemah dan daya serap airnya tinggi.
Jika ini dibiarkan, kita bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga mengkhianati sila-sila Pancasila. Bagaimana mungkin kita bicara keadilan sosial, kalau rakyat kecil harus menanggung banjir, longsor, dan krisis air akibat keserakahan segelintir pihak? tanpa berpikir kebutuhan masayarakat setempat
Di Hari Lahir Pancasila ini, saya mengajak Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan seluruh masyarakat untuk kembali ke jati diri Pancasila: melindungi alam, menjaga kelestarian, dan membela kepentingan rakyat kecil. Karena menjaga lingkungan, adalah wujud nyata mengamalkan Pancasila.
*Dirgahayu Pancasila. Mari kita jaga bumi Sukabumi untuk anak cucu kita.*
( REDAKSI )


