• Jelajahi

    Copyright © PORTALMILITER.COM | BERITA INDONESIA TERKINI, BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Krisis Air Bersih Meluas di Sukabumi, BPBD Percepat Suplai Air ke Wilayah Terdampak di Cibadak

    PORTALMILITER.COM
    Senin, 20 Juli 2026, 09:58 WIB Last Updated 2026-07-20T02:58:05Z

     

    PortalMiliter.Com |  Sukabumi, — Dampak musim kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat Kecamatan Cibadak menjadi salah satu wilayah dengan titik kekeringan paling kritis. Ratusan warga di sana mulai kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan harian. 20 Juli 2026

     

    Kondisi terparah terjadi di Desa Cibatu, Desa Sekarwangi termasuk Kampung Babakansari, serta Kelurahan Cibadak. Menyusutnya sumber mata air dan mengeringnya sumur warga selama hampir satu bulan terakhir memaksa masyarakat memanfaatkan genangan air di aliran sungai yang surut untuk mandi dan mencuci. Air tersebut terlebih dahulu diendapkan agar kotorannya turun sebelum digunakan.

     

    Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Drs. Eki Radiana Rizki, M.Si., menyatakan Pemda telah menetapkan status kesiapsiagaan bencana kekeringan.

     

    "Hingga pertengahan Juli 2026, kami telah menerima laporan dan permohonan bantuan dari 4 kecamatan terdampak, yaitu Cibadak, Cikembar, Cicurug, dan Nyalindung. Total warga terdampak mencapai 3.022 jiwa dari 2.258 Kepala Keluarga. Kami memprioritaskan pengiriman mobil tangki ke pemukiman padat dan wilayah yang sumurnya sudah kering total," ujar Eki.

     

    Senada, Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyebut distribusi air darurat terus dioptimalkan ke posko-posko di tingkat RT/RW.

     

    "Kondisi di lapangan cukup mengkhawatirkan karena hujan belum turun merata. Tim Pusdalops bersama relawan telah menyalurkan lebih dari 30.000 liter air bersih menggunakan truk tangki 5.000 liter per rit. Kami mengimbau kepala desa atau pengurus lingkungan yang wilayahnya krisis air segera kirim surat permohonan resmi ke BPBD agar jadwal suplai bisa dikoordinasikan," jelas Daeng.

     

    BPBD juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca. Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan mengutamakan alokasi untuk kebutuhan esensial seperti minum dan memasak.

    ( Red )

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru