PortalMiliter.com | Sukabumi,- Musim kemarau panjang memicu krisis air bersih
di Kabupaten Sukabumi. Data PMI dan BPBD mencatat ribuan warga di beberapa
kecamatan mulai kesulitan mendapatkan air bersih. 20 Juli 2026
PMI Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 594 Kepala
Keluarga (KK) di 2 kecamatan terdampak, yaitu Kebonpedes dan Nyalindung, akibat
mengeringnya sumber mata air.
Wilayah paling parah berada di Dusun Sasagaran, Desa
Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes. Sebanyak 416 KK di sana kesulitan air bersih
untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, menyebut dampaknya
lebih luas.
"Hampir 3 kedusunan dengan total sekitar 3.000 KK mulai
mengalami kesulitan air bersih," ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Deni, sumur warga mengering karena bendungan irigasi
yang menjadi resapan air rusak akibat bencana tahun lalu dan belum diperbaiki
hingga sekarang.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga mencatat =3.022 jiwa dari
2.258 KK= di 4 kecamatan terdampak: Cibadak, Cikembar, Cicurug, dan
Nyalindung.
PMI Kabupaten Sukabumi telah menyalurkan 15.000 liter air
bersih= ke 2 wilayah terdampak. Distribusi dilakukan menggunakan mobil tangki
dan dibantu relawan.
"Tim terus mengoptimalkan penyaluran air ke posko
RT/RW. Kami imbau kepala desa segera ajukan permohonan resmi agar jadwal suplai
bisa dikoordinasikan," ujar Pusdalops BPBD.


