PortalMiliter.com | Sukabumi,- Kemacetan di ruas jalan Pamuryan-Cibadak semakin parah dan dikeluhkan warga. Selain tanpa penyebab jelas seperti kecelakaan, kemacetan dipicu penataan lalu lintas yang amburadul dan fungsi fasilitas publik yang tidak berjalan.
Pantauan IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi menemukan tiga masalah utama.
*Pertama*, Terminal Cibadak yang seharusnya menjadi pusat pemberhentian angkutan umum tampak tidak difungsikan. Angkot dan elf justru ngetem serta menurunkan penumpang di bahu jalan, menyempitkan arus lalu lintas, Mangkrak bukan Arti pekerjaan Bangunan tapi Manfaat
*Kedua*, minimnya kehadiran petugas penertiban lalu lintas di titik rawan. Di perempatan, pengaturan arus lebih banyak dilakukan juru parkir liar yang tidak memahami sistem pengaturan lalu lintas. Akibatnya, arus kendaraan sering tidak beraturan dan macet makin panjang.
*Ketiga*, penggunaan trotoar dan bahu jalan oleh pedagang kaki lima dan toko. Trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki berubah menjadi lapak dagangan. Sementara sebagian toko melebarkan dagangannya hingga ke bahu jalan, memaksa pejalan kaki turun ke badan jalan dan kendaraan harus melambat atau menghindar.
“Kondisi ini berbahaya. Pejalan kaki tidak punya ruang, kendaraan terhambat, dan kemacetan jadi langganan setiap hari,” ujar salah satu warga Cibadak.
IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi mendesak Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Satlantas Polres Sukabumi untuk segera melakukan penertiban rutin. Penertiban meliputi pengaktifan kembali fungsi Terminal Cibadak, penertiban juru parkir liar, serta penertiban PKL dan toko yang menggunakan trotoar dan bahu jalan.
“Ruang publik harus dikembalikan pada fungsinya. Kenyamanan dan keselamatan masyarakat tidak boleh dikalahkan oleh pembiaran,” tegas HERIYADI Ketua IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi.
NARA SUMBER
*Humas IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi*


