PortalMiliter.com | Sukabumi - Jika ada satu nama yang gema nya tak
pernah padam selama 14 abad, dialah Muhammad SAW. Dari seorang anak yatim di
tengah padang pasir Makkah, hingga menjadi pemimpin umat, negarawan, dan
penakluk hati. Ini ringkasan jejak penting kehidupan beliau yang masih jadi
pedoman 2 miliar manusia hari ini.
Lahir 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, sekitar 571 M. Takdir keras
menyambutnya. Ayah, Abdullah, wafat sebelum lahir. Ibu, Aminah, wafat saat
beliau 6 tahun.
Tapi justru dari luka itulah lahir kemuliaan. Tumbuh sebagai
penggembala, lalu saudagar. Karena jujur nya luar biasa, kaum Quraisy sendiri
yang memberi gelar Al-Amin - "Yang Terpercaya".
Pada usia 25 tahun, beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. 15
tahun rumah tangga yang jadi pondasi iman dan ekonomi dakwah.
Titik balik dunia terjadi di usia 40 tahun. Di Gua Hira, turun wahyu
pertama: _Iqra'_ - Surah Al-Alaq 1-5. Resmi lah beliau sebagai Rasul.
Awalnya sembunyi-sembunyi. Lalu terang-terangan. Ancamannya? Boikot,
siksaan, lemparan batu. Tapi iman tak padam.
Di tengah tekanan itu datang mukjizat terbesar: Isra Mi'raj. Dalam satu
malam, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha.
Dari sana turun perintah agung: Shalat 5 waktu.
622 M. Hijrah. Ini bukan sekedar pindah kota. Ini awal kalender Islam,
awal peradaban.
Di Yatsrib yang berganti nama jadi Madinah Al-Munawwarah, beliau tak
hanya jadi nabi. Beliau jadi kepala negara.
Piagam Madinah ditandatangani. Pertama dalam sejarah: konstitusi yang
menyatukan Muhajirin, Ansar, bahkan Yahudi dalam satu negara adil.
Perang Badar, Uhud, Khandaq meletus. Bukan untuk menjajah, tapi
mempertahankan Islam agar tetap hidup.
630 M. Fathu Makkah. Kota yang dulu mengusir beliau, kini ditaklukkan
tanpa setetes darah. Ka'bah dibersihkan dari 360 berhala. Musuh lama dimaafkan.
Itu bukan kemenangan pedang. Itu kemenangan akhlak.
Setahun kemudian, Haji Wada'. Di Padang Arafah beliau berkhutbah: "Manusia,
kalian semua setara. Tak ada Arab lebih mulia dari non-Arab. Jaga hak
perempuan. Jaga persaudaraan."
2 tahun kemudian, 632 M. Usia 63 tahun. Rasulullah SAW wafat di Madinah.
Dimakamkan di rumah beliau, yang kini ada di dalam Masjid Nabawi.
Para ulama dan cendekiawan sepakat, 3 cara untuk terus
"menghidupkan" Nabi:
1. Mempelajari Sirah Nabawiyah -
Baca sejarah beliau. Pahami strategi, diplomasi, dan kesabarannya.
2. Mengamalkan Sunnah - Dari hal
kecil: jujur bicara, santun ke tetangga, cara makan, sampai cara memimpin.
3. Membaca Shalawat - Bentuk
cinta dan penghormatan kita sebagai umatnya.
63 tahun. 1 manusia. Mengubah seluruh peta peradaban.
Dari Makkah ke Madinah. Dari dakwah ke negara. Dari yatim piatu ke
"Rahmatan lil 'Alamin".
_Allahumma sholli 'ala Muhammad_


